Showing posts with label pantun melayu. Show all posts
Showing posts with label pantun melayu. Show all posts

Sunday, December 15, 2013

Pantun Romantis Bisa Bikin Melayang

Judulnya Pantun Romantis,tapi disini juga banyak pantun Nasehat. Coba aja simak perumpamaan bagaimana kita lebih baik memiliki budi,ketimbang pakaian yang bagus.
Tentu saja jumlah Pantun Gombalnya Lebih banyak dari pantun Nasehat, karena ini hanya bercandaan,Tapi kemudian jadi berisi,bahkan terkesan dua pemantun ini saling jatuh cinta...
Jom,simak....

12/27/08 - Nurulislam
Tengkawang berjalan d hutan rimba..
bermain gasing dgn c angsa..
Melayang rasa d dlm jiwa..
melihat christ bermain mata..xixi

12/27/08 - Christ06
Angsa pergi karna tengkawang,
tdklah mahu merasa kalah. . .
Kalo adik rasa melayang,
abang kira kepayang sudah. . . . . . .

12/27/08 - Nurulislam
Anak itik d dalam dulang..
Anak angsa belajar mengaji..
siang mlm asik terbayang..
bila jumpa knapa lari..? Hehehe

12/27/08 - Christ06
Dulang jth terpecah belah,
anak itikpun bisa b'lari. . . .hmmm...
Wjh adik bgt indah,
sape pule yg nak lari . . . .

12/27/08 - Nurulislam
Puas sudah ku tanam padi..
nenas juga d tanam 0rg..
Puas sudah ku tanam budi..
Emas juga d pandang 0rang..gagaga

12/27/08 - Christ06
Manggis muda terasa sepat,
tggu matang agarlah puas. . . .
Kata yang manis akan teringat,
budi baik pasti terbalas . . .
jgnlah temam dibuat menjauh hun. . . . xexe. . .
12/27/08 - Christ06
Yah... Lm nian nurul, abang tak sabar niy...

12/27/08 - Nurulislam
Tingkap papan kayu persegi..
Sampan sakat d pulau angsa..
Indah tampan kerana budi..
tinggi bangsa kerana bhasa..Ehehe

12/27/08 - Christ06
Sampan kecil t'ombang ambing,
masa angin membawa topan. . . . Hendaklah puan rela membimbing,
agar lah hamba berlaku sopan. . . . Hmm...
12/27/08 - Nurulislam
Ahaha

klik untuk liat situsnya

12/27/08 - Nurulislam
Hari mlm gelap gelita..
psang lilin jln ketaman..
s0pan santun budaya kita..
jdi kebangaan zaman berzaman..xixi

12/27/08 - Nurulislam
Kebaya biru c ipin baju..
d pakai 0leh seri bunian..
Siang mlm asik merindu..
Asik terbayang wajah mu tuan..Ehe

12/27/08 - Christ06
Kebaya biru kebaya biru,
elok nian dibalut selendang. . . .
Jangan biar dibuai rindu,
ambil hpmu telponlah abang. . . .
hehehe. . .

12/27/08 - Nurulislam
Benarkh merdu c buluh perindu,
benarkh manis madu d dulang,
benarkh mcall tndanya rindu,
bnrkh sms tandanya syg? gagaga....

12/27/08 - Christ06
Yah nurul,mana tau,liat dl isi smsna dl dunk haha. . . .
tinggi melayang si brg elang,
membawa mangsa kuat di kaki. . . .
drmana dtgnya sayang,
drhape trn ke hati . .

12/28/08 - Nurulislam
Teranglh bulan terang d awan,
air d laut pesan pesanan,
budi sdkit tdk kn hilang,
seribu tahun jdi kenangan...

12/28/08 - Wieny
mlem juga nur. , .

12/28/08 - Christ06
Wien,wien,...(mbil bisik2) air laut pesan2an ntuh gmn ya

12/28/08 - Wieny
burung merpati di pohon randu. . . .
ga ngerti aku . . . . . .
morning nur. . met breakfast. .

12/28/08 - Nurulislam
Ahaha.... christ2...

12/28/08 - Nurulislam
Angin teluk menyisir pantai,
hanyut rumpai d bwa titi,
biarlh buruk kain d pkai,
asal pndai mengambil hati...ehehehe..

12/28/08 - Christ06
Angin datang bawa tenaga,
agar kapal bisa melampau. . . .
Biar seribu hati menggoda,
hati adik yg abang mau. . . . .
(serius mode on)

12/28/08 - JOERANK
hehehe ga hbs akal ni org

12/28/08 - Nurulislam
Xixixi
Betul Joerank bilang,... Gadis ini ga kehabisan akal. Saya coba terus mengimbangi. Selanjutnya,Masih banyak pantun romantis yang bisa bikin senyum-senyum sendiri,sedikit alay,tapi lebih banyak berisi nasehat.

Tuesday, December 10, 2013

Ketika Pantun Menjadi Gombal....

Dalam postingan ini Saya kutip percakapan di buku tamu seperti yg Saya sebutkan dalam postingan sebelumnya. Disini bisa ditemukan contoh-contoh pantun dalam pergaulan,mulai dari Pantun yang sedikit jenaka,pantun romantis bahkan ada yang bisa dibilang Pantun Gombal.
Dalam percakapan ini ada tiga user yang terlibat yaitu
Nurulislam ,
JOERANK,dan
Christ06



Ini saya copy dari sana lengkap dgn tanggalnya ya.....

12/24/08 - Nurulislam
Asam pauh delima batu..
Anak sembilang d tapak tangan..
walaupn jauh beribu batu..
Hilang d mata d hati jangan...

12/24/08 - Christ06
Pa'cik pa'cik... Pantunnya mana? Qt nak adu madah kelana nih.,hahaha...

12/24/08 - Christ06
Walaulah bnyk aral melintang,
dihadap samudra luas membentang,...
Manalah bisa dihati hilang,
Wajah adik slalu t' bayang... Ciee...ciee...

12/24/08 - JOERANK
hahaha pada buat pantun ni ya?hehe

12/24/08 - Nurulislam
Klu ada buluh perindu.
jgn d buang d lautan luas..
klu sudah hati ku rindu..
Ibarat burung tak ku lepaskn..

12/24/08 - Nurulislam
Jwb dung..jgn ga d jwb? xixixixi

12/25/08 - Christ06
Oke,jom simak...
Malam terang kerna purnama,
tambah syahdu berucap madah... ...
Jgn dipendam rndu di dada,
pada abang lepaskan sudah.,
Oh...nurul...hahaha....

12/25/08 - Nurulislam
Hehehe

12/25/08 - Nurulislam
Tgh mlm bgun menulis..
Dawat tumpah dlm pangkuan..
tgh mlm bgun menangis..
sebab mengenang pd mu tuan..

12/25/08 - Christ06
Waduw....
Dalam malam tersinar bulan,
pungguk merindu kepada dia...
Pejam mata diperaduan,
dalam mimpi kita bersua...

12/25/08 - Nurulislam
Sapu tangan berenc0ng 4..
ambil serenc0ng penyapu muka..
Luka d tangan dpt dbalut..
luka d hati kerana apa?..

12/25/08 - Christ06
sapu tangan di dlm saku,
bawalah slalu selagi sempat.....:s
luka di hati kerana rindu,
salam menyapa adalah obat...

12/25/08 - Nurulislam
Kalau Ariel d dlm hati..
st12 jdi pujaan..
usah dkenang d dlm hati..
lupakan kekasih yg brjauhan..

12/25/08 - JOERANK
hahaha hbt2 bgt ni org

12/25/08 - Nurulislam
Gagagaga

12/25/08 - Christ06
ashraf bangga dapatkan be-ce-el,
agnes monika lincah berdansa....
walo banyakgadis yg no'el,
lupakan adik mana ku bisa,...... :D

12/25/08 - Christ06
c'mon nurul.... are u lookin for ur white flag? hahha.....

Saya tantangin karena Nurul tidak menjawab dalam waktu yg cukup lama. Tapi dia tentunya tidak kehabisan pantun. Sepertinya dia bikinnya tanpa berfikir. Nanti akan saya lanjutkan di post berikutnya....

Aku disini dia disana
Lama sudah cerai berai...
Jangan pergi kemana mana
Pantunnya belum selesai Bray... Hehehe.....















Monday, December 9, 2013

Apa Itu Pantun?

Blog ini dibuat setelah penulis menerima ajakan seorang penanya di Yahoo!answers untuk mengunjungi Blog pantunnya yang katanya memuat kumpulan pantun. Tapi sangat disayangkan sekali karena si bloger tersebut membuat pantun tidak sesuai dengan aturan pantun itu sendiri.
Pun demikian dengan tayangan komedi televisi yang sering diselingi pantun,juga melupakan kaidah pantun yang asli.
Apa itu pantun?
Pantun adalah sebuah puisi melayu yang tiap baitnya empat baris. Dua baris pertama adalah sampiran atau pembuka dan dua baris berikutnya adalah isi yang hendak disampaikan. Satu baris kalimat terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.
Selanjutnya,ciri pantun adalah bersajak a-b,a-b maksudnya,akhir baris pertama senada dengan akhir baris ketiag,sedagkan akhir baris kedua senada dengan akhir baris keempat.
Kadang juga bisa berasajak a-a-a-a atau semua akhir barisnya bernada sama, namun tidak boleh bersajak a-b-b-a ataupun a-a-b-b.
Jenis-Jenis Pantun
(credit: wikipedia)

Pantun Adat

Adalah pantun yang berisikan tema-tema adat dan budaya serta bnorma-norma kehidupan khususnya Melayu.
Contoh:
Menanam kelapa di pulau Bukum
Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah

Ikan berenang lubuk
Ikan belida dadanya panjang
Adat pinang pulang ke tampuk
Adat sirih pulang ke gagang

Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka

Bukan lebah sembarang lebah
Lebah bersarang di buku buluh
Bukan sembah sembarang sembah
Sembah bersarang jari sepuluh

Pohon nangka berbuah lebat
Bilalah masak harum juga
Berumpun pusaka berupa adat
Daerah berluhak alam beraja

Pantun Agama

Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa

Daun terap di atas dulang
Anak udang mati di tuba
Dalam kitab ada terlarang
Yang haram jangan dicoba

Bunga kenanga di atas kubur
Pucuk sari pandan Jawa
Apa guna sombong dan takabur
Rusak hati badan binasa

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

Pantun Budi

Bunga cina di atas batu
Daunnya lepas ke dalam ruang
Adat budaya tidak berlaku
Sebabnya emas budi terbuang

Di antara padi dengan selasih
Yang mana satu tuan luruhkan
Diantara budi dengan kasih
Yang mana satu tuan turutkan

Apa guna berkain batik
Kalau tidak dengan sujinya
Apa guna beristeri cantik
Kalau tidak dengan budinya

Sarat perahu muat pinang
Singgah berlabuh di Kuala Daik
Jahat berlaku lagi dikenang
Inikan pula budi yang baik

Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin

Biarlah orang bertanam buluh
Mari kita bertanam padi
Biarlah orang bertanam musuh
Mari kita menanam budi

Ayam jantan si ayam jalak
Jaguh siantan nama diberi
Rezeki tidak saya tolak
Musuh tidak saya cari

Jikalau kita bertanam padi
Senanglah makan adik-beradik
Jikalau kita bertanam budi
Orang yang jahat menjadi baik

Kalau keladi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas
Kalau budi sudah ditanam
Jangan lagi meminta balas

Pantun Jenaka

Pantun Jenaka adalah pantun yang
bertujuan untuk menghibur orang yang
mendengar, terkadang dijadikan sebagai
media untuk saling menyindir dalam
suasana yang penuh keakraban, sehingga
tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan
dengan pantun jenaka diharapkan
suasana akan menjadi semakin riang.
Contoh:
Di mana kuang hendak bertelur
Di atas lata di rongga batu
Di mana tuan hendak tidur
Di atas dada di rongga susu

Elok berjalan kota tua
Kiri kanan berbatang sepat
Elok berbini orang tua
Perut kenyang ajaran dapat

Sakit kaki ditikam jeruju
Jeruju ada di dalam paya
Sakit hati memandang susu
Susu ada dalam kebaya

Naik ke bukit membeli lada
Lada sebiji dibelah tujuh
Apanya sakit berbini janda
Anak tiri boleh disuruh

Orang Sasak pergi ke Bali
Membawa pelita semuanya
Berbisik pekak dengan tuli
Tertawa si buta melihatnya

Jalan-jalan ke rawa-rawa
Jika capai duduk di pohon palem
Geli hati menahan tawa
Melihat katak memakai helm

Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak

jangan suka makan mentimun
karna banyak getahnya
hai kawan jangan melamun
melamun itu tak ada gunanya

Pantun Kepahlawanan

Pantun kepahlawanan adalah pantun
yang isinya berhubungan dengan
semangat kepahlawanan

Adakah perisai bertali rambut
Rambut dipintal akan cemara
Adakah misai tahu takut
Kamipun muda lagi perkasa

Hang Jebat Hang Kesturi
Budak-budak raja Melaka
Jika hendak jangan dicuri
Mari kita bertentang mata

Kalau orang menjaring ungka
Rebung seiris akan pengukusnya
Kalau arang tercorong kemuka
Ujung keris akan penghapusnya

Redup bintang haripun subuh
Subuh tiba bintang tak nampak
Hidup pantang mencari musuh
Musuh tiba pantang ditolak

Esa elang kedua belalang
Takkan kayu berbatang jerami
Esa hilang dua terbilang
Takkan Melayu hilang di bumi

Pantun Kias
Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam di gunung ikan di laut
Dalam belanga bertemu juga

Berburu ke padang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi

Anak Madras menggetah punai
Punai terbang mengirap bulu
Berapa deras arus sungai
Ditolak pasang balik ke hulu

Kayu tempinis dari kuala
Dibawa orang pergi Melaka
Berapa manis bernama nira
Simpan lama menjadi cuka

Disangka nenas di tengah padang
Rupanya urat jawi-jawi
Disangka panas hingga petang
Kiranya hujan tengah hari

Pantun Nasihat

Kayu cendana di atas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Kemuning di tengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri

Parang ditetak ke batang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu

Padang temu padang baiduri
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan jauhari
Bagaikan cincin dengan permata

Ngun Syah Betara Sakti
Panahnya bernama Nila Gandi
Bilanya emas banyak di peti
Sembarang kerja boleh menjadi

Jalan-jalan ke Kota Blitar
jangan lupa beli sukun
Jika kamu ingin pintar
belajarlah dengan tekun

Pantun Percintaan

Coba-coba menanam mumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta

Jangan suka bermain tali
Kalau tak ingin terikat olehnya
Putus cinta jangan disesali
Pasti kan datang cinta yang lainnya

Limau purut lebat di pangkal
Sayang selasih condong uratnya
Angin ribut dapat ditangkal
Hati yang kasih apa obatnya

Ikan belanak hilir berenang
Burung dara membuat sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Hanya teringat dinda seorang

Anak kera di atas bukit
Dipanah oleh Indera Sakti
Dipandang muka senyum sedikit
Karena sama menaruh hati

Ikan sepat dimasak berlada
Kutunggu digulai anak seberang
Jika tak dapat di masa muda
Kutunggu sampai beranak seorang

Kalau tuan pergi ke Tanjung
Kirim saya sehelai baju
Kalau tuan menjadi burung
Sahaya menjadi ranting kayu.

Kalau tuan pergi ke Tanjung
Belikan sahaya pisau lipat
Kalau tuan menjadi burung
Sahaya menjadi benang pengikat

Kalau tuan mencari buah
Sahaya pun mencari pandan
Jikalau tuan menjadi nyawa
Sahaya pun menjadi badan.

Pantun Peribahasa

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Ke hulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian

Kerat kerat kayu di ladang
Hendak dibuat hulu cangkul
Berapa berat mata memandang
Barat lagi bahu memikul

Harapkan untung menggamit
Kain di badan didedahkan
Harapkan guruh di langit
Air tempayan dicurahkan

Pohon pepaya di dalam semak
Pohon manggis sebasar lengan
Kawan tertawa memang banyak
Kawan menangis diharap jangan

Pantun Perpisahan

Pucuk pauh delima batu
Anak sembilang di tapak tangan
Biar jauh di negeri satu
Hilang di mata di hati jangan

Bagaimana tidak dikenang
Pucuknya pauh selasih Jambi
Bagaimana tidak terkenang
Dagang yang jauh kekasih hati

Duhai selasih janganlah tinggi
Kalaupun tinggi berdaun jangan
Duhai kekasih janganlah pergi
Kalaupun pergi bertahun jangan

Batang selasih mainan budak
Berdaun sehelai dimakan kuda
Bercerai kasih bertalak tidak
Seribu tahun kembali juga

Bunga Cina bunga karangan
Tanamlah rapat tepi perigi
Adik di mana abang gerangan
Bilalah dapat bertemu lagi

Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
Bolehlah kita bertemu lagi

Pantun Teka-teki

Kalau tuan bawa keladi
Bawakan juga si pucuk rebung
Kalau tuan bijak bestari
Binatang apa tanduk di hidung?

Beras ladang sulung tahun
Malam malam memasak nasi
Dalam batang ada daun
Dalam daun ada isi

Terendak bentan lalu dibeli
Untuk pakaian saya turun ke sawah
Kalaulah tuan bijak bestari
Apa binatang kepala di bawah ?

Kalau tuan muda teruna
Pakai seluar dengan gayanya
Kalau tuan bijak laksana
Biji di luar apa buahnya

Tugal padi jangan bertangguh
Kunyit kebun siapa galinya
Kalau tuan cerdik sungguh
Langit tergantung mana talinya?



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Gadis Melayu


Created with Admarket's flickrSLiDR.